Expression of C@ndy...
Hanya semangkuk penuh ekspresi gula-gula yang tampak manis................Coba tuangkan dalam kata tuk resapi hati............. This is just a story inspired by a true story of a friend..............Just read it and sink in with your heart............ Expression of Candy...........It's just a real taste of candy.........Making love out of nothing at all...
Jumat, 18 November 2022
C'mon baby, Bangke...
Hai wanita yg dikaruniai kulit putih mulus bersih atau mungkin dg kemampuan finansialmu km mampu mendapat kulit bak porselen. Mungkin jg dikaruniai otak cemerlang dg sejuta ide jenius, mampu berkata2 dg penuh kebijaksanaan, mengolah deretan kata menjadi barisan bait yg intelek. Mgkn jg kamu pandai berlagak bak putri yg sbenarnya hanya akting belaka. Tingkah kalem, santun yg hanya pemanis, utk mempermulus jalan utk mendapat keinginanmu yg tersembunyi. Tahukah kamu bahwa dibaliknya km lupa bahwa akhlak dan moralmu tak ubahnya sarang tawon yg berlobang menganga dimana mana. Jd apa artinya kemulusan lahiriahmu itu? Apakah semacam kamuflase utk menutupi batinmu yg acak acakan, amburadul, semrawut. Apalah arti pembungkus jika telah dibuka. Sampai kapan km hrs bersembunyi di balik bungkus palsumu itu. Jgn menjadi manusia imitasi. Wujud manusia, tp hati binatang! Jgn smp penampilan semakin mulus tp sejarah hidupmu makin hancur, identitasmu makin bobrok hanya demi duit, dan ingin menguasai hak org lain.
Selasa, 21 September 2021
Ahhaa....
Aku terkadang bingung melihat kawan2ku yg "unik". Tanpa pernah merasa ada salah, menyapaku. Seperti tak pernah ada terjadi apa2. Dg tampang tanpa dosa mereka seolah melupakannya begitu saja. Tapi tak tak apa. Kini semakin jelas tampak di mataku, bagaimana hidup mereka. Tak jauh dari kata hidup yg kasihan. Nikmatilah kawan setiap hal tak baik yg kalian tabur. Terutama terhadap orang yg tak berhati tak baik. Panenlah rumput yg kalian tanam selama ini untukku. Jangan berharap menyemai padi dariku. Karna itu sangatlah mustahil. Sadar diri dan introspeksilah!
Kamis, 02 September 2021
Tata krama...
Mungkin kau tak tahu bagaimana rasanya menjadi aku. Aku kesal dg semuanya. Yg tak ada bedanya dg kotoran. Maaf kalau bahasaku terlalu kasar. Tidak tahu diri. Mungkin itu kata yg tepat untuk menggambarkan orang2 semacam kalian. Teman tapi bak benalu. Berusaha menyerap apa yg aku punya. Tak punya sopan santun, tak tahu etika. Alias tak tahu malu. Tak suka padaku tapi memanfaatkan aku. Makhluk macam apa kalian itu. Kalau manusia punya perasaan, akal budi, moral.
Rabu, 19 Mei 2021
hatiiku dan empedumu...
Aku muak denganmu seolah hatimu terbuat dari batu. Tak punya rasa sedikitpun tentang setiap hal baik yg aku beri. Dg sepenuh hati dan ikhlas. Aku menyesal telah menggarami lautan sepanjang hidupku. Berusaha mengikuti semua kehendakmu yg ternyata ngawur melulu. Menyesal mengorbankan hidup untuk manusia sampah sepertimu. Dan parahnya kau tak pernah mau menyadari kebusukan dalam dirimu itu. Haruskah kau tunggu ia menggerogotimu hingga tak bersisa. Lantas kau baru mau merangkak dg sisa tulang belulangmu. Tak banyak harapku. Semoga cepat berlalu kepahitan ini. Orang pikir aku minum madu disepanjang hidupku, nyatanya kau seperti empedu pahit yg selalu meracuni hatiku yg indah. Dan parahnya kau tlah menancap didagingku. Entah apa yg harus kuperbuat
Aku pikir hatiku akan mampu menetralisir semua racun dari empedumu. Nyatanya hatiku kerap lelah terracuni. Terus menerus berusaha memaafkan pahitnya dirimu. Yg seolah tampak mustahil untuk berubah spt yg aku pikir dan harap. Semakin hari semakin tampak bahwa pahit itu nyata benar adanya bukan hanya kekhawatiranku semata. Lalu bagaimana dg aku yg terlanjur disatukan karna kelalaianku tepatnya kenaifanku. Adakah mungkin untuk terberai tanpa beban. Semoga Ia masih memberi kesempatan. Izinkan.
Senin, 14 Desember 2020
the onlYOULIKEisME...
Jumat, 14 Agustus 2020
kamu...
Kamu...iya kamu...yg selalu tegak berdiri, tak terpatahkan. Hanya layu sesaat lantas berkibar kembali. Benderang slalu ditengah kegelapan. Lihatlah, kita menua. Namun kamu tetap berpijak disana. Menggandengku disebelahmu. Mental baja itu identitasmu. Masalah itu makanan shari harimu. Bukan menggoyahkanmu malah memacu semangatmu tuk buktikan kau tak terkalahkan. Beruntungnya aku memilikimu. Walau tak ada yg sempurna. Begitu juga kamu. Kadang kau lupa diri dan sombong. Merasa hebat karna kau seorang diri. Seolah sekelilingmu yg menyokong tak pernah diperhitungkan. Aku akan berusaha slalu ada, tapi aku tak mau tampak. Karna aku tak butuh terlihat. Aku hanya butuh diakui bukan dipamerkan.
Kamis, 30 Juli 2020
terasin(g)kan...
Akal sehatku hampir saja hilang karna memikirkan orang sepertimu. Ingin memonopoli semua yg aku punya seolah aku tak berhak. Sesekali mungkin aku memaklumi. Sayangnya aku tak cukup sabar untuk seperti ini setiap saat. Aku muak dengan keserakahanmu yg tak pernah bisa tahu diri. Menghargai bahwa aku juga punya perasaan yg tak ingin selalu diabaikan. Padahal itu milikku, bukan dia. Kalau ia yg dibegitukan, merajuk. Lantas kalau aku, harus selalu mengerti dan mengikuti semua kemauannya. Aku punya nafas dan rasa. Aku bukan benda mati. Percuma saja crita sana sini, berharap semua orang dengar dan tahu kalau aku begitu disayang, bahkan satu2nya katanya. Nyatanya, itu hanya untuk pemanis bibir biar citranya sempurna dimata orang. Aku sangat ingin membahagiakannya dengan apa yg aku punya walau aku hanya begini saja. Tapi aku tak tahu, mengapa tak pernah ia merasa cukup dengan semua yg aku berikan untuknya. Seolah tak terlihat, tertutup oleh yg lainnya. Seolah aku tak pernah berarti apa apa. Tuhan, aku lelah. Berusaha menyenangkan hati orang2 yg bahkan tak pernah memikirkan aku. Haruskah aku terus menggarami lautan yg tak pernah menghiraukanku?
Langganan:
Postingan (Atom)